Pengrajin Kuda Kepang "Jaran Kembar"

🗓 09 May 2026 ✍ Kojrat Wiyana 👁 104x dibaca
Pengrajin Kuda Kepang

Berlatar belakang dari kehidupan di lingkungan yang masih kental dengan kesenian rakyat waktu itu Bapak Ngadimin (54 tahun) yang dilahirkan dan dibesarkan di Pedukuhan Kadibeso, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul bertekat ikut andil melestarikan kesenian tradisional Jathilan dalam kelompok Kesenian Tradisional Kuda Lumping "Kudo Mardowo". Sebagai salah satu pioneer, dia juga berperan sebagai pembuat kuda kepang, salah satu property utama dalam kesenian Jathilan. Asal-usul tari Kuda Lumping tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan sudah ada sejak zaman kuno atau era pra-Hindu. Tarian ini berakar dari tradisi primitif yang melibatkan ritual, namun sering dikaitkan dengan perjuangan Kerajaan Jawa atau Pahlawan masa lampau. Kesenian ini masih  eksis bahkan berkembang pesat hingga kini walau dengan sejumlah inovasi karena perkembangan dan dinamika seni tradisional. Kesenian ini yang dipentaskan sebagai dari hiburan/tanggapan orang hajatan, pentas seni resmi di lingkungan kantor kedinasan hingga acara festival seni.

Berbagai fungsi kerajinan kuda lumping

1. Property Utama Tari: Menjadi komponen fisik utama yang wajib ada dalam pementasan tari jaran kepang atau jathilan.

2. Simbolisme Kultural: Menggambarkan pasukan berkuda dalam latihan perang atau melawan penjajah.

3. Media Hiburan: Ditampilkan dalam acara kemeriahan kemerdekaan atau perayaan tradisional warga.

4. Accesoris Budaya dan Souvenir: Dijual sebagai kerajinan tangan khas untuk hiasan dinding atau oleh-oleh, dengan harga bervariasi dari Rp 75.000 hingga Rp 750.000.

5. Perlengkapan Magis: DIgunakan dalam pertunjukan yang menampilkan sisi supranatural (kesurupan).

Komponen/Materi kerajinan kuda lumping

Sebagian besar materi kerajinan kuda lumping pada dasarnya terbuat dari bahan masih alami dan ramah lingkungan. Materi pembuatan biasanya dipilih sesuai peruntukannya.

1. Bahan dan Jenis Kerajinan Kuda Lumping

    - Anyaman Bambu: Kuda lumping tradisional yang kokoh, dibuat dengan menganyam bambu tipis, dibentuk menjadi kepala dan tubuh kuda, lalu dihias.

    - Kardus bekas/Karton: Versi lebih ringan, sering digunakan untuk mainan anak-anak atau prakarya sekolah, dibuat dengan menempelkan pola pada kardus, dilapisi gambar/banner, dan ditambah hiasan.

    - Bahan Limbah: Penggunaan bahan lain seperti plastik juga mulai dimanfaatkan untuk kerajinan kuda lumping.

2. Hiasan dan Properti Tambahan

    - Rambut: Menggunakan tali rafia yang disuwir-suwir, rambut palsu, atau bahan sintetis.

    - Warna/Pola: Dicat dengan warna-warna cerah seperti merah, putih, hitam, dan emas untuk detail mata, mulut, dan ornamen.

    - Pecut/Cambuk: Sering kali dijual satu paket dengan kuda lumping sebagai pelengkap.

3. Pembuatan Kuda Lumping (versi Kardus/Prakarya)

    - Menyiapkan pola jaranan pada kardus bekas.

    - Menempelkan cetakan gambar kuda pada kardus mengunakan lem.

    - Memotong kardus sesuai pola.

    - Menambahkan hiasan seperti rambut dari tali rafia.

    - Menjahit pinggirannya menggunakan pita atau bahan kuat agar lebih awet.

4. Kegunaan

    - Pertunjukan Seni: Digunakan dalam tari Kuda Lumping, Jaran Kepang, atau Jathilan.

    - Mainan Anak: Diproduksi dalam ukuran lebih kecil untuk edukasi seni budaya atau mainan tradisional.

    - Potensi Wisata: Sebagai cinderamata khas di daerah-daerah yang melestarikan seni ini.

Model kerajinan kuda lumping

Kerajinan kuda lumping (jaran kepang) umumnya dibedakan berdasarkan gaya wilayah, material, dan fungsinya, dengan model utama meliputi gaya Yogyakarta (elegan, warna kontras) dan Jawa Timur (lebih berani/merah). Material utamanya adalah anyaman bambu, seringkali dihiasi kain beludru, motif batik, atau lukisan emas, serta tambahan rambut tiruan atau ekor.

Berikut adalah rincian jenis model kerajinan kuda lumping:

1. Model Berdasarkan Gaya Wilayah

    - Model Jawa Timuran/Ponorogo (Jathil): Biasanya berwarna merah cerah, dengan ciri khas bentuk kepala kuda yang lebih tegas dan terkadang lebih besar, sering digunakan untuk pertunjukan reog.

    - Model Yogyakarta (Jathilan): Sering kali menggunakan motif batik yang lebih detail atau warna-warna yang lebih kalem pada anyaman, sering digunakan dalam pementasan Jathilan.

    - Model Jaranan Sentherewe (Tulungagung): Model ini sering memiliki karakteristik khas dengan hiasan tambahan yang ramai.

    - Model Jaranan Buto (Banyuwangi): Model khusus yang menonjolkan kesan menyeramkan atau "buto" (raksasa), sering kali lebih gelap atau eksentrik.

2. Model Berdasarkan Penggunaan/Fungsi

    - Kuda Lumping Pertunjukan: Dibuat kokoh dari anyaman bambu tebal, menggunakan kulit atau kain beludru yang kuat, ekor rambut, dan riasan tebal untuk ketahanan saat menari.

    - Kuda Lumping Hiasan/Souvenir: Ukurannya bervariasi dari kecil hingga sedang, detailnya lebih halus, dan sering digunakan untuk pajangan dinding atau meja.

    - Miniatur Kuda Lumping: Dibuat dari bahan ringan seperti spon, dublek, atau bambu tipis, difocuskan pada nilai estetika sebagai oleh-oleh.

Kerajinan kuda kepang bernuansa Spiritual/Mistis

Di kalangan tertentu property ini sengaja dibuat untuk menciptakan image yang lebih mistis sehingga proses pembuatannyapun akan berbeda dengan kuda kepang sebagai mainan anak atau cindera mata. Property ini diperlakukan hampir seperti benda pusaka. Berikut langkah-langkahnya:

- Prosesi Pembuatan: Dalam tradisi kepercayaan lokal, properti yang dianggap "bertuah" seringkali dibuat melalui ritual tertentu, misalnya pemilihan hari baik (weton) atau penggunaan bambu yang berasal dari tempat khusus.

- "Isi" atau Energi: Sebagian masyarakat percaya bahwa eblek yang digunakan dalam pertunjukan reog, terutama saat  adegan jathilan yang intens, dapat "terisi" atau memiliki energi mistis, yang membuat penari seolah-olah kesurupan atau bergerak melampaui kemampuan fisik biasanya (trance/ndadi).

- Penyucian (Jamasan): Properti  bertuah sering kali menjalani ritual jamasan (pembersihan/pencucian) secara berkala, terutama sebelum pentas, agar energi magisnya tetap terjaga.

- Kombinasi dengan Properti lain: Eblek merupakan salah satu dari berbagai properti utama dalam Reog Ponorogo, bersama dengan topeng Bujang Ganong dan Dadak Merak.

Kuda Kepang hasil karya Jaran Kembar

Bapak Ngadimin sampai saat ini masih membuat kuda kepang sesuai permintaan dan kegunaannya antara lain kuda kepang untuk tari lumping, kuda kepang untuk mainan anak-anak, dekorasi rumah dan cindera mata. Materi dan cara pembuatannyapun berbeda sehingga mempengaruhi tinggi rendahnya harga. Untuk kuda kepang sebagai property tari jathilan dijual dengan harga 200an ribu rupiah. Dia sudah membuat karya ini dengan berbagai model hingga saat ini dan dijual kepada berbagai kalangan sesuai permintaan. Ke depan dia sangat berharap akan bermunculan generasi penerus yang komitmen dengan karya seni tradisional seperti ini.

Terima Kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.

Wassalam

Artikel Terkait

← Kembali ke Berita