Tanaman Singkong (Manihot esculenta)

🗓 11 May 2026 ✍ Kojrat Wiyana 👁 89x dibaca
Tanaman Singkong (Manihot esculenta)

Asal usul tanaman singkong

Tanaman singkong (Manihot esculenta), atau yang sering disebut ubi kayu/ketela pohon, memiliki sejarah panjang di Indonesia. Meskipun kini sangat lekat dengan kuliner lokal, tanaman ini sejatinya berasal dari Amerika Selatan (Brasil dan Paraguay), tanaman ini telah dibudidayakan sekitar 8.000-10.000 tahun yang lalu oleh penduduk asli dan dibawa ke Nusantara oleh bangsa Portugis pada abad ke-16.

Berikut adalah fakta mengenai tanaman singkong di jaman dulu kala:

- Masuk Melalui Maluku: Pada abad ke-16, bangsa Portugis membawa singkong ke Maluku sebagai salah satu tanaman bawaan dari benua Amerika.

- Awalnya Ditanam dari Biji: Saat pertama kali diperkenalkan di Maluku oleh Portugis, singkong konon tidak ditanam melalui stek batang seperti yang umum dilakukan sekarang, melainkan dari bijinya.

- Masuk ke Jawa: Singkong mulai dikenal luas di Pulau Jawa pada awal abad ke-17, bahkan ada catatan yang menyebutkan tersebar lebih intensif pada era 1800an.

- Makanan Para Petapa Majapahit: Temuan artikel kuno menunjukkan bahwa singkong sudah lama dimakan, bahkan konon dicampur dengan nasi sebagai makanan para petapa pada masa Kerajaan Majapahit.

- Makanan Pokok Masa Krisis: Sejak zaman dahulu, terutama di masa-masa sulit seperti kolonial, singkong sering digunakan sebagai makanan pokok pengganti beras karena mudah tumbuh di lahan kering dan minim perawatan.

Meskipun bukan tanaman asli Nusantara, singkong kini telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Indonesia. Tanaman ini juga ditemukan di Desa Argodadi karena dapat menjadi sumber makanan pokok alternatif atau menjadi camilan yang tidak membosankan. Tanaman yang dapat berproduksi bahkan di lahan yang tandus sekalipun dan biasanya sebagai tanaman pendamping tanaman lain (tumpangsari). Hebatnya lagi, semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan;

Daun: yang muda sebagai bahan sayuran, atau buntil, yang tua sebagai pakan ternak.

Batang: yang muda pakan ternak, yang tua sebagai kayu bakar atau ditanam sebagai pagar pekarangan.

Umbi: sebagai bahan berbagai olahan makanan manusia, dibuat gaplek (bahan thiwul), tape singkong, pakan ternak.

Kulit Umbi: sangat bagus untuk pakan ternak namun harus hati-hati, ternak harus dilatih pemberiannya, sedikit demi sedikit.

Manfaat Gizi Singkong bagi Kesehatan

Singkong merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik untuk energi tubuh. Selain itu, singkong juga mengandung serat pangan yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Beberapa varietas singkong juga menyediakan vitamin C dan mineral penting lainnya. Sebagai bagian dari pola makan seimbang, singkong dapat menjadi sumber energi alternatif yang menyehatkan.

Manfaat dan Kandungan Singkong

(Dipublikasikan oleh: Okti, Pada 4 Desember 2020, Dalam kategori: Artikel)

Beberapa manfaat singkong bagi kesehatan antara lain:

1. Sumber karbohidrat yang tinggi. Singkong mengandung kalori dan karbohidrat tinggi, oleh sebab itu singkong bisa digunakan sebagai makanan pokok pengganti nasi.

2. Membantu menurunkan berat badan. Kalori yang tinggi pada singkong membuat rasa kenyang lebih tahan lama sehingga nafsu makan akan lebih berkurang.

3. Membantu penyembuhan diare. Air rebusan singkong yang diberi tambahan garam ternyata bisa membantu mengatasi dehidrasi yang dialami penderita diare level ringan. Cara pengolahannya adalah kupas dan bersihkan singkong hingga bersih dan rebus hingga mendidih. Minum air rebusannya saat sudah dingin 2 kali sehari.

4. Gluten-free dan mencegah diabetes. Jika seseorang mengalami alergi terhadap gluten, singkong merupakan pilihan yang tepat karena singkong merupakan bahan makanan yang gluten-free.

5. Menyehatkan sistem pencernaan. Singkong mengandung sari pati resisten yang sangat mudah dicerna oleh tubuh yaitu meningkatkan kesehatan usus dengan cara memelihara bakteri baik yang ada di usus. Serat pada singkong mudah larut dalam air sehingga membantu penyerapan racun yang masuk ke saluran pencernaan. Dengan demikian kesehatan sistem pencernaan bisa terjaga.

6. Manfaat singkong dari bagian daunnya. Daun singkong berpotensi menyembuhkan atau meredakan beberapa masalah kesehatan lainnya antara lain; migrain, menyehatkan mata, demam, rematik. (sumber: www.healthline.com/nutrition/cassava)

Berbagai makanan olahan singkong yang populer di Indonesia

Berikut adalah berbagai macam makanan olahan singkong yang populer di Indonesia, dikelompokkan berdasarkan cara pengolahannya:

1. Olahan Singkong Tradisional (Kukus dan Rebus)

  • Getuk: Singkong rebus yang dihaluskan kemudian dicampur gula pasir atau gula merah. Seringkali disajikan dengan taburan parutan kelapa segar, dan ada juga varian getuk lindri yang berwarna-warni.
  • Sawut: Singkong diparut kasar lalu dikukus bersama dengan potongan gula merah. Teksturnya yang unik dan rasa manis gurihnya sangat digemari sebagai camilan sore.
  • Lemet atau Ketimus: Singkong parut dicampur dengan gula merah dan kelapa parut. Adonan ini kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang sempurna.
  • Tiwul: Makanan pokok tradisional dari gaplek, yaitu singkong kering yang dihaluskan. Tiwul menjadi alternatif nasi, terutama dibeberapa daerah yang sering mengalami kesulitan bahan pangan.
  • Tape Singkong (Peuyeum): Singkong yang telah direbus kemudian difermentasi dengan ragi. Proses fermentasi ini menghasilkan rasa manis, sedikit asam, dan aroma khas yang sangat menggoda.
  • Growol: Makanan favorite di Kulon Progo,membutuhkan waktu 3-4 hari melalui proses fermentasi alami singkong yang direndam. Bahan utamanya hanyalah singkong keras yang dikupas, direndam air selama 3 hari (air diganti berkala), dicuci bersih, dikukus, lalu dicetak. Olahan ini mampu bertahan hingga 3-5 hari. Sangat aman sebagai pengganti nasi dan sangat ideal bagi penderita diabetis karena indek glikemik singkong adalah antara 45-55 sedangkan indek glikemik nasi 73.

2. Olahan Singkong Goreng: Camilan Gurih dan Manis

Singkong yang digoreng memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam, menjadikannya camilan favorite.

  • Singkong Keju atau Singkong Goreng: Singkong direbus atau dikukus terlebih dahulu, seringkali dengan bumbu bawang putih agar mekar. Setelah itu digoreng hingga kuning keemasan dan bisa ditaburi keju parut.
  • Misro: Singkong parut yang diisi dengan potongan gula merah didalamnya. Adonan ini kemudian dibentuk bulat dan digoreng, menghasilkan rasa manis di dalam dan gurih renyah di luar.
  • Combro: Singkong parut yang diisi tumisan oncom pedas gurih. Bentuknya lonjong dan digoreng hingga matang, sangat cocok bagi pecinta pedas.
  • Lentho: Olahan singkong parut khas Jawa Tengah yang dicampur bumbu rempah dan kacang tholo. Adonan ini dibentuk oval lalu digoreng, menawarkan cita rasa gurih yang unik.
  • Jemblem: Mirip dengan misro, jemblem adalah singkong parut bulat yang diisi gula merah. Ukurannya cenderung lebih kecil dan sering disajikan sebagai teman minum teh atau kopi.
  • Geblek (makanan favorite Kulon Progo): Dibuat dengan cara meremas pati singkong (atau campuran singkong parut dan tapioka) bersama bawang putih dan garam, membentuknya seperti angka delapan, lalu menggorengnya dengan api kecil. Kuncinya adalah menggunakan pati singkong asli untuk tekstur kenyal dan menggoreng dalam minyak dingin agar tidak meletus. Olahan geblek mentah dapat bertahan umumnya tahan selama 4 hingga 7 hari di suhu ruang. Jika disimpan dalam chiller (kulkas), daya tahannya bisa mencapai 1 minggu, dan di freezer bisa tahan hingga 1-6 bulan.

3. Camilan Singkong Kering: Renyah dan Tahan Lama

Camilan ini biasanya memiliki tekstur renyah dan daya simpan yang lebih lama.

  • Keripik Singkong: Irisan tipis singkong yang digoreng hingga kering dan renyah. Keripik ini sering diberi berbagai bumbu, mulasi dari asin, pedas, hingga balado.
  • Lanthing: Camilan tradisional berbentuk angka delapan yang terbuat dari tepung singkong. Rasanya gurih dan teksturnya renyah, populer sebagai oleh-oleh dari daerah tertentu.
  • Rengginang atau Kerupuk Singkong: Terbuat dari singkong yang dikukus, dibumbui, dibentuk, kemudian dijemur hingga kering. Setelah itu digoreng menjadi kerupuk yang mekar dan renyah.

4. Kue dan Camilan Modern: Inovasi Rasa Singkong

Singkong juga menjadi inspirasi untuk kreasi kue dan camilan modern yang tak kalah menarik.

  • Brownies Singkong: Kue brownies yang menggunakan tepung singkong termodifikasi atau Mocaf sebagai pengganti sebagian atau seluruh tepung terigu. Ini memberikan alternatif bagi yang mencari hidangan bebas gluten.
  • Cassava Roll Cinnamon: Singkong yang dihaluskan, diolah menjadi adonan seperti roti, kemudian diisi dengan campuran kayu manis dan gula. Lalu dioven hingga matang dan beraroma harum.
  • Sate Singkong Pelangi: Singkong parut yang diberi pewarna makanan alami, dibentuk bulat-bulat, lalu dikukus. Disajikan dengan tusukan sate dan taburan kelapa parut.
  • Bingka atau Cake Singkong: Olahan singkong parut yang dicampur santan, telur, dan gula. Adonan ini kemudian dipanggang atau dikukus, menghasilkan kue dengan tekstur lembut dan rasa manis legit.

5. Olahan Singkong Lainnya untuk Inovasi Pangan

Selain hidangan siap santap, singkong juga diolah menjadi bahan baku penting.

  • Tepung Mocaf: Kependekan dari Modified Cassava Flour, yaitu tepung singkong yang telah difermentasi. Mocaf sering digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam berbagai resep kue dan roti, terutama bagi penderita alergi gluten.
  • Beras Singkong atau Porang: Inovasi makanan pokok yang memanfaatkan singkong atau umbi porang. Produk ini menjadi alternatif rendah kalori dan serat tinggi sebagai pengganti nasi.

Begitu banyak manfaat singkong baik sebagai sumber makanan manusia, makanan ternak yang cukup murah dan ramah lingkungan bahkan dapat menjadi bahan terapi penyembuhan penyakit seperti penyakit maag dan diabet karena IGnya antara 45-55 dan kaya akan serat.

Terima Kasih telah membaca  artikel ini.

Semoga Bermanfaat

Artikel Terkait

← Kembali ke Berita